Tuesday, July 9, 2013

Hati-Hati Sakit Gigi Saat Sedang Hamil

Sakit gigi dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bahkan, ibu hamil juga bisa terserang sakit gigi. Namun, sebaiknya jangan sepelekan sakit gigi yang diderita ibu saat sedang hamil. Berbeda kondisi, berbeda juga seharusnya perlakuannya.



Salah mengatasi masalah sakit gigi pada bumil dapat memicu terjadinya kelahiran prematur, bahkan parahnya hingga keguguran, demikian seperti dikatakan Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia , Drg Zaura Anggraini, seperti dikutip dari Antara. "Ibu hamil dengan kondisi gigi yang mengalami kerusakan parah akan merangsang keluarnya hormon prostaglandin," jelas Zaura pada jumpa pers di Jakarta, Jumat malam.

Hormon prostaglandin dapat merangsang kontraksi pada rahim, sehingga apabila kontraksi ini terus menerus menyerang, maka kelahiran prematur atau keguguran dapat terjadi. Dan ini tidak hanya berbahaya bagi janin, tetapi juga bahaya bagi ibu.

Perubahan hormon yang dialami oleh ibu hamil dapat menyebabkan kondisi gusi menjadi lebih lunak sehingga dapat memicu terjadinya peradangan gusi, terutama pada ibu hamil dengan kondisi gigi dan mulut yang tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik.

"Ini diawali dengan tanda gusi berdarah, meskipun seringkali dianggap sepele, tapi ini bisa berbahaya," jelas Zaura.

Zaura memaparkan bahwa gusi berdarah sudah menandakan adanya peradangan gusi. "Kalau terjadi pendarahan gusi pada saat menyikat gigi, berarti ada yang belum bersih sehingga terjadi inflamasi," jelas Zaura.

Oleh sebab itu bila saat menyikat gigi terjadi pendarahan sebaiknya jangan takut dan teruskan menyikat gigi supaya bersih, karena kondisi ini menandakan adanya plak atau sisa makanan yang masih menempel.

Lebih lanjut Zaura juga menjelaskan bahwa perubahan hormon pada ibu hamil dapat mempengaruhi kesehatan mulut dan gigi.

Sebagai contoh, ibu hamil yang pada trimester pertama sering mengalami mual dan muntah akan mengalami kelebihan liur.

Bila tidak rajin berkumur dan menyikat gigi, maka kuman dan bakteri di sekitar gigi dan mulut akan lebih mudah tumbuh, bau mulut dan jamur atau sariawan pada rongga mulut juga akan lebih mudah terjadi.

Zaura mengemukakan bahwa kondisi ini dapat dicegah dengan merawat dan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari yaitu saat pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Pada malam hari, aktivitas mulut berkurang dan secara otomatis air liur juga berkurang. Hal ini mengakibatkan jumlah bakteri di dalam mulut meningkat dua kali lipat.

"Sisa makanan lalu akan difermentasi oleh bakteri menjadi asam. Nah, asam inilah yang berbahaya karena melarutkan mineral gigi sehingga mengakibatkan karies serta masalah mulut dan gigi lainnya," kata dia.

Oleh sebab itu sebelum masa kehamilan, kaum perempuan juga sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gigi secara berkala atau setiap enam bulan sekali ke dokter gigi.

"Sayangnya, menurut Riset Kesehatan Dasar 2007, hanya 13,3 persen masyarakat Indonesia yang rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali ke dokter gigi. Ini sangat memprihatinkan," keluh Zaura.

Zaura mengemukakan bahwa masyarakat seharusnya sadar akan pentingnya merawat dan menjaga kesehatan gigi, karena menurut dia gigi merupakan salah satu organ penting yang dapat memengaruhi kesehatan.

No comments:

Post a Comment